Kamis, 25 Desember 2014
Berdamai Dengan Ketakutan Membawamu Setapak Lebih Dekat Pada Kesuksesan
Diposting oleh Unknown di 20.16
Apakah kamu sadar bahwa sebenarnya
ketakutan itu tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita? Memulai usaha baru
dengan modal yang besar pastilah dimulai dengan ketakutan. Atau saking takutnya
menghadap dosen pembimbing yang killer, sampai-sampai
kamu malas mengerjakan sisa skripsimu. Ketakutan-ketakutan itu tidak akan bisa
hilang sampai kamu memberanikan diri memulai usaha impianmu atau bertatap muka
dengan dosenmu.
Bisa saja kamu memilih
menghabiskan waktu menghindari semua ketakutanmu dan beralih melakukan hal-hal
yang membuatmu nyaman. Tapi semua ketakutanmu sebenarnya akan tetap ada untuk
terus menghantuimu. Maka dari itu kendalikan semua rasa takutmu dan ubahlah
tiap-tiap dari mereka jadi peluang untuk meraih kesuksesan.
Takut Itu Sah-sah Saja. Dia
yang Kuat Adalah Ia yang Berani Mengakui Rasa Takutnya
Banyak orang yang enggan mengakui
bahwa mereka ketakutan karena khawatir dianggap lemah atau tidak mampu. Padahal
tidak ada salahnya merasakan rasa takut menghadapi segala ketidakpastian dan
ketidaknyamanan dari pengalaman baru yang menantimu di depan. Yang lebih salah
dan tidak produktif adalah ketika kamu menghindar dari rasa takut dengan terus
berjalan di tempat yang sama dalam kehidupanmu.
Perasaan takut hanya akan timbul
karena kamu tidak ingin gagal menghadapi tantangan baru yang akan membuat
hidupmu sukses. Karena itu janganlah takut merasakan perasaan yang tidak bisa
dilepaskan dari keinginan untuk jadi lebih baik itu. Takutlah ketika kamu tidak
lagi merasa takut, jika itu berarti hidupmu tidak lagi bisa jadi lebih baik.
Maka dari itu segeralah terima rasa takut sebagai awal dari perjalananmu
menjadi lebih kuat.
Seperti Pasangan yang Harus
Dikenal Pelan-pelan, Rasa Takut Juga Perlu Kamu Coba Terima Secara Perlahan
Disamping mengingkari rasa takut,
hal paling buruk yang bisa kamu lakukan adalah membiarkan rasa takut teronggok
begitu saja untuk menggenangi pemikiran dan mendikte tindakanmu. Rasa takut
yang dibiarkan menjamur juga mampu merantaimu ke penyesalan masa lalu. Semakin
tidak jelas dan jauh ketakutan yang kamu biarkan mengonggok, akan semakin besar
dan menakutkan bayangannya.
Maka dari itu biasakanlah untuk
segera menghadapi segala ketakutanmu dengan jujur dan lapang dada. Dengan
begitu kamu baru bisa memahami akar dari rasa takutmu. Semakin kamu mengerti
mengapa hal tertentu membuatmu takut, berarti semakin banyak informasi yang
berhasil kamu kumpulkan untuk mengatasinya. Ketakutan itu juga pasti lama
kelamaan akan menjadi semakin kecil dan tergantikan dengan keberanian untuk
maju.
Lari Dari Ketakutan Tak Akan
Mengubah Apapun. Gigih Menghadapinya Membuatmu Punya Kesempatan Untuk
Mendapatkan Keberanian
Jangan pernah menggunakan rasa
takut untuk melabeli dan menghindari sesuatu sebagai ‘hal yang tidak
ditakdirkan untukmu’. Ketakutan itu hanya ada untuk dihadapi, ditaklukan
dan dilewati. Tidak ada jalan belakang atau pintu ajaib yang akan membawamu
melewati ketakutanmu. Dan salah satu cara paling efektif adalah untuk berulang
kali memaksa dirimu menghadapi rasa takutmu.
Dengan terus-menerus menghadapi
hal-hal yang membuatmu takut, kamu jadi mengerti bahwa tiap pengalaman baik
dari keberhasilan atau kegagalan adalah pengetahuan berharga yang mampu
mengikis rasa takutmu. Kegigihanmu juga mampu memperluas konsepmu akan ‘hal
yang ditakdirkan untukmu’ seperti mimpi yang lebih tinggi dan kesuksesan yang
lebih besar. Mungkin memang ada hal yang sudah digariskan Tuhan, tapi jika rasa
takut itu berasal dari dalam dirimu berarti ada cara yang bisa kamu upayakan
untuk mengubahnya jadi keberanian.
Sesekali, Bebaskan Diri Dari
Kukungan Kecemasan. Meditasi Atau Vakansi Bisa Jadi Pilihan Jalan
Rasa frustasi dan putus asa karena
tidak kunjung menemukan keberanian untuk menaklukan rasa takut pasti sering
menghampirimu. Di bawah tekanan stres, kamu juga bisa terjerumus pada perasaan
negatif seperti depresi atau kegelisahan berlebih yang justru memperbesar
perasaan takutmu. Walupun penting untuk tidak menyerah dalam upaya menaklukan
rasa takutmu, kamu perlu tahu kapan untuk mengambil istirahat sejenak demi
kewarasan pikiran dan tubuhmu.
Stres dan pikiran-pikiran negatif
tidak hanya merasuki otakmu tapi juga bisa melemahkan fungsi tubuhmu yang lain.
Misalkan kekurangan tidur yang disebabkan oleh berbagai pikiran buruk bisa
menurunkan energimu di pagi hari. Jika dibiarkan terus-menerus, tidak hanya
pikiranmu yang hancur, badanmu juga ikut ambruk. Sebaliknya semakin terpuruk
kondisi fisikmu, semakin terasa berat juga beban pikiranmu.
Bermeditasi dan mengistirahatkan
pikiran tentu saja bisa jadi rehat yang baik bagi kelelahan otakmu. Tapi jangan
lupakan manfaat olah raga dalam mengurangi tingkat stres. Kenapa? Karena dengan
badan yang prima, kamu jadi bisa mengerti bahwa yang perlu dikoreksi hanyalah pikiran
negatifmu.
Bicarakan Ketakutanmu Dengan
Orang-orang Tersayang. Kamu Sudah Tahu Apa yang Kamu Butuhkan. Terkadang, Kamu
Hanya Butuh Orang Lain Untuk Mengatakan
Dalam periode kegelapan dimana
kabut rasa takut mengaburkan tujuan akhirmu, penting artinya berpaling kepada
orang-orang terdekatmu untuk saran yang berguna, petuah yang bijak, atau
sekedar dukungan moral. Ayah atau ibumu yang telah melewati masa muda dimana
kemungkinan besar juga dipenuhi ketakutan-ketakutan yang sekarang kamu hadapi,
bisa jadi inspirasi yang mencerahkan jalanmu.
Atau teman-temanmu yang juga
sama-sama bingung dan takutnya denganmu. Kalian bisa saling menyemangati.
Jangan ragu mengakui bahwa kamu takut dan membutuhkan bantuan orang lain.
Keberanianmu meminta pertolongan, mungkin justru menolong orang lain menyadari
bahwa mereka juga ternyata takut dan butuh bantuan.
Tengok Kembali Dirimu Di Masa
Lalu. Putar Ulang Skenario Bahwa Dulu Kamu Pernah Sekuat Itu
Disamping inspirasi dari orang lain, kamu juga
bisa mendapatkan inspirasi untuk menaklukan ketakutan yang kamu rasakan saat
ini dari dalam dirimu sendiri. Seberapa kecil pun pencapaian atau kesuksesanmu
di masa lalu adalah bukti nyata bahwa kamu memiliki kemampuan dan kegigihan
untuk menaklukan rasa takutmu ketika itu. Kamu juga pasti juga jauh bersyukur
atas keberanianmu mencoba walaupun diakhiri kegagalan yang pahit. Karena
pengalaman tersebut jauh lebih berharga dibandingkan penyesalan atas semua
kesempatan terlewatkan yang belum pernah kamu coba hingga saat ini.
Maka dari itu segala pengalamanmu
baik keberhasilan, kegagalanmu di masa lalu, atau penyesalan yang tidak ingin
kamu ulangi, bisa jadi dorongan lebih untuk menghadapi ketakutanmu sekarang.
Masa lalumu itu nyata dan sudah terjadi, sedangkan rasa takutmu sekarang hanya
ada di kepalamu. Dengan dorongan yang benar, rasa takut dikepalamu pun bisa
jadi kenyataan yang indah.
Yakinilah. Memberanikan Diri
Menghadapi Ketakutan Sama Saja dengan Menghindari Penyesalan
Kamu sudah di ujung papan bungee jumping dan
ketakutan setengah mati. Bukannya kamu takut ketinggian atau tidak percaya akan
keamanan peralatan profesional yang disediakan. Sebagian besar orang takut
karena tidak pernah mencoba atau berada dalam situasi tersebut dalam
kesehariannya. Dimana lagi coba orang bisa loncat ratusan meter dari atas tanah
dan tetap kembali selamat? Jangan mundurkan langkahmu karena kepalamu dibenami
rasa takut.
Apa coba yang akan terjadi kalau
kamu melangkahkan kakimu ke depan? Kamu bisa merasakan sensasi tidak manusiawi
yang hanya bisa dirasakan mereka yang berani melompat. Atau saking takutnya
kamu sampai pusing dan muntah-muntah. Mau ketagihan atau bersumpah tidak
mengulanginya lagi, kamu sudah menghindari kemungkinan terburuk yang mungkin
muncul dari situasi ini: penasaran seumur hidup.
Apalagi ketika ketakutan sebagian
besar manusia yaitu kematian adalah hal yang pasti, janganlah takut terluka
dalam mencoba hal yang baru. Justru takutlah bahwa kamu akan kehabisan waktu
untuk mencoba hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Jangan Salahkan Dirimu. Hey,
Takut Itu Biasa. Justru Ketakutan Membuktikan Bahwa Kamu Punya Mimpi Besar yang
Sedang Diperjuangkan
Tidak seharusnya ketakutan itu
dipandang sebagai sesuatu yang negatif dan selalu ingin kamu hindari. Kamu akan
merasa takut karena kamu sadar bahwa jalan yang diperlukan untuk mencapai
impianmu jauh lebih sulit dan terjal dibandingkan jalan yang biasa kamu tempuh.
Kemungkinan untuk gagal juga jadi lebih besar dan lebih sulit untuk bisa
bangkit dari kegagalan tersebut. Karena itu kamu semakin enggan gagal karena
kamu tahu ganjaran luar biasa yang menantimu di ujung jalan.
Realisasi tersebut memang
sepatutnya membuatmu takut dan was-was tapi tidak seharusnya mengurungkan
niatmu untuk maju mencoba. Gunakanlah rasa takut dan kewaspadaan tersebut
sebagai penanda bahwa mimpi, target, atau hal yang ingin kamu raih itu cukup
penting dan berharga untuk dikejar. Coba bayangkan jika Presiden Sirleaf
mengurungkan niatnya mengajukan diri jadi Presiden karena ketakutan selama ini
tidak ada wanita yang berhasil. Bisa jadi sampai saat ini tidak ada wanita yang
berhasil memecahkan atap kaca tertinggi dalam politik di Afrika.
Ketakutan itu akan dirasakan
semua orang. Namun hanya mereka yang berhasil menaklukan rasa takut dan
mengubahnya jadi keberhasilan paling hebat dalam hidup mereka, tergolong jadi
orang-orang yang sukses. Keputusan untuk tidak lagi hidup disetir rasa takut
dan mulai merintis jalan yang benar menuju mimpi-mimpimu, sepenuhnya ada di
tanganmu.
“Too many of us are not living our dreams, because we’re living
our fears”
– Les
Brown
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar